Merasa di Zdolimi, Ike - Zam Akan Pidanakan KPU Jika Memanipulasikan Data

   

Wartapalapa.com, Bandarlampung

Perhelatan Demokrasi di Kota Bandarlampung akan dilaksanakan pada bulan Desember 2020 mendatang. Para calon peserta pilkada berlomba lomba untuk ikut serta menjadi kontestan pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung.

Bakal calon Walikota Bandarlampung dari jalur perseorangan (Ike) di dzolimi oleh para penyelenggara pemilihan, ujarnya saat dikonfirmasi oleh tim Warta Palapa di kediamannya di Lamban Kuning Jalan Ryacudu Sukarame Bandarlampung, Senin (24/08/2020) Sore.

Yang maksud di zdolimi tersebut oleh Dang Ike yaitu Data yang dimiliki olehnya tidak sesuai dengan data yang ada pada KPU dan sangat berbeda jauh sekali. Pada waktu verifikasi paktual di tingkat PPS sampai dengan tingkat PPK data yang dimiliki oleh tim Ike - Zam sama namun pada saat di Plenokan di KPU yang dilaksanakan di Hotel Radisson terjadi perubahan data.

Ike Edwin menjelaskan "perubahan data yang dimaksud yaitu banyaknya pendukung pasangan Ike - Zam yang semula Masuk kategori Memenuhi Syarat (MS) pada saat Pleno berubah menjadi Tidak Memenuhi Syarat (TMS), yang lebih anehnya lagi Paman Kandung saya sendiri masuk kategori TMS (Tidak Memenuhi Syarat)".

Dengan terjadinya perubahan tersebut, Ike Edwin yang merupakan seorang purnawirawan Polri dan pernah menjabat sebagai Kapolda Lampung ini mengatakan "pihaknya akan mempidanakan penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) di Kota Bandarlampung bila benar terbukti memanipulasi data tersebut".

Hal senada diungkapkan kuasa hukum pasangan Bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung Aryansyah      "Kami selaku kuasa hukum Ike - Zam akan mempidanakan penyelenggara Pemilu di Kota Bandarlampung bila terbukti memanipulasi data yang ada". (Marli)

Posting Komentar

0 Komentar