Yuhadi : Linmas Jangan Ikut Campur, Sudah Ada Bawaslu dan Panwas



Wartapalapa.com, Bandarlampung 

Pesta demokrasi Pilkada serentak 9 Desember 2020,  sudah memasuki tahapan kampanye calon. Kampanye di musim pandemi Covid-19, semua paslon wajib mematuhi protokol kesehatan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Panwaslu, Panwaslu Kelurahan/Desa, menjadi wasit untuk mengawasi kampanye yang dilakukan paslon kada dan tim paslon.

Pilkada di Kota Bandarlampung ada pemandangan yang berbeda. Linmas yang baru dibentuk oleh Walikota Bandarlampung itu, ternyata ikut-ikutan memantau setiap kampanye yang dilakukan calon walikota. Keberadaan Linmas malah mengundang kerumunan massa. Padahal dalam kampanye di musim pandemi ini dilarang ada kerumunan massa.

“Sudah ada Bawaslu dan Panwas yang menjadi wasit Pilkada di Bandarlampung. Bapak-bapak Linmas gak usah khawatir, apalagi sampai ikut-ikutan menjadi wasit, pidana akan mengancamnya, apabila sampai menghalang-halangi paslon Walikota yang sedang berkampanye,” kata, Yuhadi, Ketua Tim Pemenangan paslon Walikota No.1 Rycko Menoza-Johan Sulaiman (Rycko-Jos), Rabu (30/9/2020).

Memasuki hari ke lima kampanye, Paslon Walikota Bandarlampung masih melakukan kampanye di zona 2. Yuhadi, juga Ketua Partai Golkar Kota Bandarlampung turun langsung mendampingi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Rycko-Jos. Kampanye dilakukan dengan tatap muka menemui warga langsung, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ternyata setiap kampanye paslon No.1, anggota Linmas selalu memonitor. Tapi, Tim Rycko-Jos tak hiraukan keberadaan Linmas. Tapi kadang keberadaan Linmas mengundang kerumunan massa maka Yuhadi mengingatkan Linmas hendaknya bersikap wajar jangan sampai menghalang-halangi kampanye calon.

“Kita kampanye sesuai STTP yang diterbitkan Polresta Bandarlampung dan sudah berdasarkan rekomendasi dari tim gugus tugas. Kita kampanye 10 hingga 24 titik per hari. Jadi izin kami, Tim Rycko-Jos sudah lengkap untuk melakukan kampanye,” kata Yuhadi.

Calon walikota Rycko, Rabu (30/9), berkampanye di beberapa wilayah, diantaranya Swadaya III, Pasirgintung, dan Durianpayung. “Kami tatap muka dengan warga, sambil menyebarkan alat peraga kampanye (door to door),” ujarnya.

Yuhadi menjelaskan, metode door to door atau dari rumah ke rumah adalah kampanye yang paling tidak beresiko. Calon walikita Rycko dan Wakil Johan, menyambangi warga tanpa kerumun dan tanpa jabat tangan. Barang alat peraga kampanye (APK) yang diberi ke warga sudah disterilisasi.

Kampanye Rycko-Jos semakin mendapat antusiasme dan sambutan hangat dari warga Kota Bandarlampung. Paslon Rycko-Jos memanfaatkan kampanye yang singkat ini untuk menyapa warga. (*)

Posting Komentar

0 Komentar