LMP Lampung Tanggapi Sikap Arogansi Walikota Bandarlampung

  


Wartapalapa.com, Bandarlampung

Dalam menyikapi sikap arogansi Walikota Bandarlampung Herman HN terhadap pemecatan Kepala Sekolah SMPN 16 Bandarlampung  pada Jum'at (09/10/2020) yang mana "P" sebagai Kepala Sekolah SMPN 16 Bandarlampung pada waktu lalu sedang berolahraga jalan sehat dan diduga lantaran menerima handuk kecil saat melintasi didepan kediaman Calon Walikota Bandarlampung Rycko Menoza SZP.

Dalam hal ini dinilai tidak mencerminkan sikap bijaksana seorang Walikota Bandarlampung.

Hal tersebut membuat para elemen angkat bicara salah satunya Herison Syah Selaku Penasehat Laskar Merah Putih Provinsi Lampung dan juga Presedium Swadaya Lampung yang membawahi 50 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Provinsi Lampung mengatakan "sebagai Walikota Bandarlampung harusnya lebih bijaksana dan tidak sewenang-wenang dalam menyalahgunakan kewenangan sebagai Kepala Daerah."

"Jabatan seorang ASN bukan merupakan jabatan Politik yang bisa diberhentikan secara sepihak oleh kepala daerah tanpa alasan yang jelas, " katanya di kediamannya, Kamis (15/10/2020).

Lanjutnya, untuk walikota Bandarlampung diharapkan untuk ASN yang ada di kota Bandarlampung agar diperlakukan dengan wajar jangan ada intervensi dari Bapak Walikota.

"Jujur tidak ada kepentingan untuk Pak Herman HN dalam menghadapi pemilihan Walikota tahun 2020 ini, tapi kan itu yang akan maju sebagai Calon Walikota Bandarlampung istrinya, jadi semua bisa dilihat dari tindakan Pak Herman ini ada kaitan dengan majunya Eva sebagai Calon Walikota Bandarlampung, dengan kejadian tersebut Laskar Merah Putih (LMP) Propinsi Lampung dan gabungan elemen yang ada di Kota Bandarlampung siap membackup seluruh ASN yang ada di Kota Bandarlampung ini apabila ada perlakuan sewenang wenang dari Walikota Bandarlampung seperti yang terjadi pada kepala sekolah SMPN 16 kemarin, " tambahnya.

Dalam hal tersebut Icha Novita dari Forum Peduli Pendidikan Lampung kepada Pers, pada Selasa (13/10/2020) menerangkan, sangat disayangkan yang telah di lakukan oleh seorang Walikota yang seharusnya bersikap bijaksana. Kita ini negara hukum tapi bukan seperti negara hukum dan tidak demokratis.

"Ini insiden buruk bagi dunia pendidikan di Bandarlampung. Apa salahnya dipanggil dan ditanya baik-baik, diberikan hak untuk memberikan klarifikasi dulu, jangan mentang-mentang punya jabatan, guru yang sehari-hari mendidik anak-anak masyarakat Lampung jadi korban," ungkap Icha.

Icha menambahkan, Jika hal ini dibiarkan dan tidak ada kebijakan yang tepat bagi Kepala Sekolah ini maka pihaknya yakin akan berulang lagi.

"Seorang guru pendidik seharusnya tidak boleh jadi korban dari perbedaan politik yang sedang meruncing dalam Pilkada Bandarlampung 2020 ini. Guru itu pelayan. publik," jelasnya.

Ia juga memaparkan, jika merujuk dalam Peraturan Mendagri (Permendagri) Nomor 73 Tahun 2016, bahwa Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri.

"Forum Peduli Pendidikan akan mengawal dan terus mendampingi masalah Kepala sekolah ini untuk menuntut hak nya sampai KASN, agar hal ini tidak terulang lagi," ungkapnya.

Bercermin dari kasus ini Icha Novita berharap agar ke depan jangan lagi ada pemimpin Bandarlampung yang semena-mena seperti yang terjadi saat ini.

"Saya berharap kedepan kita mendapatkan pemimpin yang bijaksana. Jangan selalu mengikuti emosi dan wewenang semaunya agar tidak banyak yang tersakiti ke depan," tegasnya.

Hal senanda disampaikan Imam Santoso selaku Ketua Lembaga Indonesia Cerdas Provinsi Lampung Menegaskan "Kami bersama Laskar Merah Putih dan gabungan elemen yang berada di Kota Bandarlampung akan Backup Penuh terhadap seluruh ASN atas hal-hal yang dapat merugikan ASN terkait apapun juga.

"Kami akan ada di belakang ASN Khususnya di Provinsi Lampung jika ada peristiwa yang semena-mena merugikan ASN atau pemecatan sebelah pihak, seperti yang terjadi terhadap kepala sekolah SMPN 16 Minggu lalu," pungkasnya. (Marli)

Posting Komentar

0 Komentar