Partai Gelora Imbau Masyarakat Untuk Tenang Dalam Menyikapi Putusan Bawaslu Provinsi dan KPU Kota Bandarlampung Terkait Hasil Pilkada



Wartapalapa.com, Bandarlampung

Menyikapi hasil putusan Bawaslu Provinsi Lampung dan KPU Kota Bandarlampung yang mendiskualifikasi Paslon no. 3 Eva Dwiana - Deddy Amarulah, Partai Gelora Lampung mengimbau pada semua lapisan dan komponen masyarakat Kota Bandarlampung untuk tetap tenang dan menjaga kondusifitas menyikapi polemik Pilkada Kota Bandarlampung, terutama setelah putusan MA RI nanti di putuskan. Rabu (13/01/2021).

Ketua DPW Partai Gelora Samsani Sudrajat mengatakan "Partai Gelora Lampung mengganggap gugatan Paslon nomor urut 2 Yusuf Kohar – Tulus Purnomo yang di alamatkan ke Bawaslu Provinsi Lampung dan kemudian juga KPU Kota Bandarlampung terkait adanya dugaan TSM (Tersetruktur, Sistematis, Masif) dalam pelaksanaan pilkada Kota Bandarlampung terhadap Walikota Bandarlampung Herman HN yang juga suami dari paslon nomor urut 3 Eva Dwiana.

Sehingga menghasilkan putusan Bawaslu Provinsi Lampung dan KPU Kota Bandarlampung Mendiskualifikasi Paslon nomor urut 3 adalah gugatan tidak tepat objek sasaran dan sudah kadaluarsa karena sudah melewati batas waktu yang semestinya untuk melakukan gugatan yaitu setelah pencoblosan suara selesai.

Samsani juga menambahkan Partai Gelora Lampung memandang, gugatan yang dilakukan Eva – Deddy terkait putusan diskualifikasi oleh Bawaslu Provinsi Lampung Dan KPU Kota Bandarlampung pada Mahkamah Agung (MA) RI menunjukkan sikap negarawan yang dewasa, cerdas dan matang dalam berpolitik dan hukum.

"Gugatan yang dilakukan Paslon nomor urut 3 Eva – Deddy ke Mahkamah Agung (MA) RI Insha Allah akan menghasilkan keputusan terbaik yaitu di-TOLAK-nya putusan Bawaslu Provinsi Lampung dan KPU Kota Bandarlampung yang mendiskualifikasi Paslon Nomor urut 3,” Ungkapnya. (Marli)


Posting Komentar

0 Komentar