Sudah 9 Bulan,PT Sri Rahayu Agung Belum Juga Bayar Pesangon Marsudi



Wartapalapa.com, Medan

Sudah berjalan 9 bulan, PT Sri Rahayu Agung, belum juga membayarkan pesangon Marsudi, karyawan korban PHK sepihak di perusahaan tersebut.

Marsudi yang sudah mengabdi lebih dari 21 tahun di PT Sri Rahayu Agung, menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, lantaran dirinya selaku pengurus PUK PP FSP SPSI Kebun Kotarih pernah  karena di konfirmasi mantan pekerja PT Sri Rahayu Agung yang juga mantan PUK FSP PP SPSI kebun kotarih pernah ikut membela dan memperjuangkan hak hak normatif sesama buruh.

Marsudi kepada wartawan Kamis (28/01/2021) mengatakan, pihak perusahaan terkesan kebal hukum karena dengan sengaja tidak ada niat untuk memberikan hak pesangon karyawan yang di pecatnya.

" Mereka sungguh tak manusiawi lagi, tanpa kesalahan yang mendasar, saya dipecat, padahal saya telah mengabdi sejak tahun 1999 hingga 5 Maret 2020 menyusul adanya pemecatan sepihak," katanya.

Menurutnya, ia hanya menuntut hak sebagai pekerja yang di pecat secara sepihak.Semua pihak telah memediasi permasalahan ini dari Ketua DPRD kabupaten Serdang Bedagai,Kapolres Serdang Bedagai,hingga Dinas Tenaga Kerja kabupaten Serdang Bedagai terkait yang menangani permasalahan hak pesangon namun tetap juga tiada hasil.

"Pihak PT Sri Rahayu Agung dan pemiliknya dalam hal ini sudah mengangkangi semua aturan dan perturan perundang-undangan tenaga kerja tanpa menjalankan pasal-pasal yang tertuang di dalam undang-undang tenaga kerja No 13 tahun 2003 tentang hak hak buruh," katanya.

Ester Susiana sebagai ka keu PT Sri Rahayu Agung dan di beberapa  perusahaan yang tergabung di dalam group Shamrock  memilih diam seolah kebal akan hukum, buta mata dan buta mata hati.Ester Susiana menutup mata dan berkiprah di balik layar tentang pemecatan secara sepihak oleh karyawan PT Sri Rahayu Agung.

Sudah beberapa kali pihak korban pemecatan sepihak yang tidak mendasar Marsudi mendatangi perusahaan PT Sri Rahayu Agung di kotarih kabupaten Sergai menanyakan prihal hak pesangon,namun Seninton Pardede Selaku Personalia Umum tidak memberikan kepastian dalam hal ini.Dia selalu melempar bola kepada Bahri Pasaribu selaku Legal perusahan PT Sri Rahayu Agung.Saat Media ingin menanyakan hal ini yang di arahkan oleh Seninton pardede selaku Personalia di PT Sri Rahayu agung unt uk menghubungi langsung Bahri Pasaribu yang menangani permasalahan ini.(AVID)

Posting Komentar

0 Komentar