Warga Keluhkan Pembangunan Rekonstruksi Badan Jalan Panaragan - Bandarewa

 


Wartapalapa.com, Tulangbawang Barat

Meski Baru selesai dikerjakan Pembangunan Rekonstruksi badan jalan Panaragan - Bandar Dewa Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten setempat dengan nilai sekitar 6,5 Milyar Rupiah tahun 2020 mendapat keluhan dari warga setempat yang menuding pekerjaan tersebut dikerjakan asal jadi. 

Pasalnya hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh PT.Saraswati Cipta Talenta sebagai rekanan dari BPBD Tubaba itu dinilai buruk oleh warga sekitar, hal itu juga terlihat sudah nampak retak-retak dibeberapa bagian. Rabu (13/01/2021)

Menurut sejumlah warga sekitar, ada sekitar belasan titik keretakan pada pembangunan rekontruksi badan jalan Panaragan - Bandar Dewa tersebut, padahal dana yang digunakan untuk pembangunan tersebut cukup besar sekitar 6,5 Milyar Rupiah.

"Aneh, pekerjaan baru selesai tapi sudah banyak yang retak-retak. Pernah dihitung ada sekitar sembilan belas (19) titik keretakan yang sampai kedasar bangunan jalan, tentunya dihawatirkan bangunan ini tidak bertahan lama apalagi didaerah sini daerah rawan terjadi banjir. dan anehnya lagi yang ingin kami tanyakan itu yang terlihat kayak sambungan itu justru digerenda pakai gerenda untuk motong keramik, maksudnya untuk apa, itu yang dikasih aspal bukan sambungan, tapi memang sengaja digerenda dan atasnya diolesin aspal," beber warga sekitar saat melihat hasil pembangunan dilokasi. Rabu (13/01/2021)

Dirinya juga menambahkan pemilik pekerjaan juga seolah abai dan tidak bertanggung jawab dengan tidak meretakan timbunan dikanan dan kiri badan jalan, hal itu tentunya menyulitkan warga sekitar pada saat akan memasukan kendaraan kerumah.

"Itukan didepan rumah dan depan gudang karet saya juga timbunan tidak diratakan, selain itu tidak dibuatkan juga untuk akses kendaraan. Otomatis warga kesulitan untuk naik turun disitu, saya harap meskipun tidak dibuatkan akses untuk kendaraan paling tidak timbunan itu diratakan agar masyarakat sini tidak kesusahan. Ini malah ditinggal gitu aja, enak kalau kerjaannya bagus, kami masyarakat disini itu tau mana pekerjaan yang bagus dan mana yang ngambil untung terlalu banyak,"keluhnya

Sementara Arsat Ali yang diduga sebagai pelaksana kegiatan di lapangan saat dihubungi melalui Telepon selulernya mengaku bahwa pekerjaan itu memang sudah selesai dengan baik,

"Ya memang pekerjaan itu sudah selesai dan bisa dilihat sendiri dilokasi pekerjaan itu, "Paten" pekerjaan kita itu, nggak ada pekerjaan yang paten kayak gitu,"Ujarnya saat dihubungi via telepon.

Dirinya menambahkan bahwa pihaknya sempat merasa heran kenapa masih saja ada pihak atau masyarakat yang mengatakan pekerjaan itu tidak sesuai,

"Saya heran kenapa pekerjaan yang di Panaragan - Bandar dewa ini terus yang di permasalahkan terus, padahal tahun 2020 ini kan pekerjaan seperti ini ada dua, yang satunya di Tiyuh (Desa) Gedung Ratu kecamatan Tulangbawang Udik sana, kenapa tidak dimasalahkan juga. Ini yang jadi pertanyaan besar saya, kalo mau masalahin itu harus adil jangan di Panaragan-Bandar dewa terus yang dimasalahin, coba dicek yang disana juga," cetusnya. (sul)

Posting Komentar

0 Komentar